bunsay

Kenapa kok..

Ada hal yg mengganjal, dalam hati saya. Anak saya mirip saya atau ayahnya itu adalah berkah dari Allah yg menciptakannya. Kenapa kok nggak boleh mirip saya?

Apakah karena saya kidal? Apakah kidal mempengaruhi pola asuh saya? Apakah karena saya berbeda lantas saya menjadi tidak mampu mengajarkannya menulis dengan tangan kanan? Makan dengan tangan kanan?

Lucu sekali rasanya jika masih ada orang yg bilang begitu. Saya sendiri diasuh seorang ayah dan ibu yg menulis dan makan dengan tangan kanan. Saya belajar bagaimana menulis dan makan sesuai anjuran nabi dan menerima masukan dalam memperbaiki apa yg mereka bilang “dengan tangan bagus”. Apakah maksudnya?

Tangan kanan dan kiri ini diciptakan dengan keunikannya dan fungsinya masing-masing. Dan kenapa hanya karena kami berbeda, semua jadi masalah? Apakah bisa langsung menyimpulkan seorang ibu yg kidal tidak mampu mengajarkan anaknya makan dan menulis dengan tangan kanannya? Kenapa kok tidak boleh mirip seperti saya? Anak ini titipannya ke saya, apakah mungkin saya tidak berusaha untuk mengajarkannya sesuai tuntunan nabi?

Aneh sekali.

Advertisements
bunsay

Cerita, Penting!

Beberapa bulan ini saya merasa ada yg ngga beres sama diri saya. Saya merasa sangat pesismis, galak, sensitif, baper, macem-macem. Bahkan seringkali saya berpikiran ingin menyakiti (semisal nyubit, dorong, dsb) anak saya. Mungkin saya sakit.

Ngga banyak yg bisa saya ceritakan. Tapi, kehamilan kedua ini membuat saya banyak menangis dan berkaca, mampukah saya?

Sudah lama saya tidak menulis. Membaca buku pun hanya beberapa lembar saja. Main sama anakpun bisa dibilang jadi berkurang, karena sibuk ini itu. Saya ngga bisa bilang ini karena banyaknya yg saya kerjakan, tetapi lebih ke ketidakmampuan saya mengelola waktu dan emosi, juga gadget.

Akhirnya, malam ini saya ngobrol sama suami. Rasanya kok saya gini-gini banget jadi ibu? Apa yg saya pelajari kok tiba-tiba hilang, tidak lagi saya praktekkan komitmen saya sendiri.

Saya merasa menyesal sekali karena hal-hal yg seharusnya dapat saya kendalikan, yaitu diri saya, malah saya sendiri nggak bisa mengaturnya belakangan ini. Saya jadi mudah marah dan selalu ingin menyendiri, artinya menjauhkan diri dari anak perempuan gemas kami. Ya Allah.. segitu rentannya saya belakangan ini.

Ngobrol sama suami adalah cara yg paling tepat untuk menyelesaikannya. Malu sih.. kenapa tiba-tiba aja bisa jadi orang yg kebalikan sama sekali. Ngga punya semangat, pesimis, suudzon aja, kesel, ngeluh terus. Hih! Di satu sisi saya merasa ini tuh salah, saya bisa melaluinya tanpa bercerita. Tetapi di sisi lainnya, saya berkata, untuk apa diceritakan, masih banyak masalah lain untuk diceritakan.

Ternyata saya SALAH BESAR. Justru, harusnya saya bilang ketika saya capek, jenuh, penat, lelah, supaya HEMPASSSSSSSSS semuanya. Bilang lah butuh dukungan, karena ini bukan manjaaaah, tapi minta pertolongan. Anak kan buah hati kita, masa kita tega sih nyuekin dia, menjauhkan diri darinya..?

Sedih jadi Hanum, kasian.. maafin ibu ya, Nak.. ibu akan belajar lebih baik lagi. Let’s create our happy journey together! Kalau lelah, stres, capek, bilang.. jangan dipendam. Kita berhak kok buat ungkapkan perasaan kita, apalagi ke pasangan. Bicarakan.

Buat para pasangan yg menghadapi wanita yg sedang stres/lelah, semoga Allah beri kebaikan 1000x lipat karena sudah mendengarkan, apalagi ngasih masukan membangun. Terimakasih, ayah.. sayangku mau dengerin aku yg ngga tau kenapa bisa kayak begini tiba-tiba.

bunsay

Saat hujan turun…

Hari ini Cilegon deras sekali hujan dari pagi saya mengantar suami ke depan gerbang.

Untung kosan kecil kami berada di bagian paling pojok sebuah lokasi paviliun. Jadi ada tempat bagi Hanum untuk bercengkrama dengan hujan seraya saya ajarkan ia memanjatkan doa saat hujan turun, “allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah, turunkanlah bagi kami hujan yg bermanfaat).

Berkali-kali Hanum hanya menonton video Nussa dan Rara memanjatkan doa itu. Dan berhari-hari pula di Cilegon cuacanya hangat selalu. Dia senang sekali, “ibu.. ini namanya Hujan!” Sambil tertawa dan bersorak. Tak sanggup saya menahannya terlalu lama di dalan kosan karena hujan awet seperti ini sangat jarang di kota singgah kami.

bunsay

#10YearsChallenge

Assalamualaikum! Udah lama ya saya ngga update tulisan disini.. lagi banyak berbagi dan melayani nih.. mumpun ananda bobo gimana kalo obrolin #10YearsChallenge ?

Seru banget ga sih bisa flashback to kita beberapa tahun lalu? Di IG lagi seru banget pada tag temen-temennya buat mengingat diri kita 10 tahun yang lalu. Saya sendiri hampir ngga pernah mengingat diri saya yang lalu. Hahaha.. ya kecuali apa yang seharusnya saya lakukan dan tidak saya lakukan. Saya melihat secara fisik gak banyak berubah, cuma bertambah sedikit kerutan di mata dan bawaan seorang anak usia 2 tahun serta adiknya yang masih 5 bulan dalam kandungan. Oh yes.. we’re waiting for our second baby. Hehehe..

10 tahun yang lalu, saya sempat berpikir apakah saya bisa lanjut kuliah lagi? Apakah saya bisa menikah sebelum usia 30 tahun? Bekal apa sih yang saya miliki untuk menjadi seorang istri? Apa saya siap menjalaninya? Kalau ngga? Saya kerja dimana? Bagaimana karier saya? Dan banyak pikiran lainnya.. saya pun masih harus belajar tentang urusan akhirat, solat aja masih gak khusyuk, ngaji buru-buru, tapi pengen anak pinter ngaji, banyak mimpi deh..

Memang banyak yang mengenang #10YearsChallenge ini dengan berapa banyak perubahan secara fisik maupun kenangan lama saat kita masih bersama teman-teman. Dan ya… ngga ada yang salah dengan hal itu. We cherished our best moments in life.. we treasured it.

Kenapa? Kenapa harus melupakan kenangan baik dan bahagia?

#10YearsChallenge ini juga seharusnya menjadi ajang untuk melihat ke dalam diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan? Perubahan apa yang sudah kita jalani untuk sampai ke 10 tahun kemudian, yaitu hari ini. Hati-hati dengan kata-kata dan membandingkan dirimu dan temanmu. Kita semua punya tantangan yang berbeda dan berbeda juga cara masing-masing dari kita untuk menghadapinya. Please be kind.. tidak perlu menghakimi bahagianya ia merekam perasaan mengingat masa lalu bersama teman-temannya. Mari bahagia menikmati kenangan dan renungan masa lalu kita #10YearsChallenge .

2019 ini saya melangkah menjadi diri saya yang jauh lenih dewasa dalam bersikap dan bertutur kata. Saya merasakan banyak perubahan dalam diri saya. Saya merasakan saya jauh lebih bahagia dengan melupakan kenangan buruk dan masa lalu. Mengingat masa lalu adalah kenangam yang bahagia, yuk bahagia bersama! #10YearsChallenge

bunsay

Aliran Rasa Bunsay 12/18

Ngga terasa sudah di penghujung kelas Bunda Sayang Ibu Profesional Bandung..

Kemarin kita botram untuk aliran rasa bareng di taman Ganesha, ITB.

Selain akhirnya kami jadi saling kenal, kami juga jadi makin tau sebenernya apa yg jadi penghambat saat melakukan tugas. Diantaranya sih semangat yg suka kendor (apalagi kalau ketiduran 1 malem, udah gitu jadi turun semangatnya), ide buat nulis juga ngaruh sih.. kadang kalau lagi ngga ada ide, separagraf pun jadi bingung mau cerita apa.

Tantangan level 12 ini saya sendiri merasa semangat karena jarang banget saya sendiri ngobrol tentang aplikasi ponsel yg memang sering saya gunakan. Yang paling berkesan bagi saya justru saat penyampaian materi menggunakan aplikasi Zoom (meeting online). Ini keren sih.. tetapi di rumah saya jaringannya kurang stabil. Jadi, ya.. gitu.. hahahah..

Bagi saya pribadi aplikasi yg saya sering gunakan justru social media, seperti Instagram, sebenarnya. Selain dapat berinteraksi juga dengan pengguna lain secara langsung, saya juga bisa banyak belajar, juga belanja online atau sekedar melihat-lihat ide permainan atau memasak.

Memang ya.. banyak plus minusnya jika kita menjadi keluarga multimedia. Manfaat yg saya sendiri rasakan dengan cerdas bermultimedia adalah saya jadi terbuka mengenai suatu ide baru, mendapat sumber informasi dengan cara menarik dan musah dipahami, makin simpel bawaan sehari-hari karena cukup satu gawai saja untuk melakukan hampir semua kegiatan. Termasuk bayar-bayar, mencatat, membaca, menggambar, banyak deh.

Nah, tapi kalau nggak pandai memilah, kita jadi mudah terbawa arus informasi (kesesatan informasi), buang waktu saja, kurang berinteraksi terutama jika memiliki anak, anak juga meniru kita jadi susah interaksi deh jadinya..

Melalui level ini saya jadi benar-benar bersemangat untuk memanfaatkan teknologi dengan baik dan memanfaatkan waktu bersama anak dengan baik. Sehingga, tidak ada lagi kata percuma dalam keseharian kami.

#aliranrasa #keluargamultimedia #kuliahbunsayiip #gamelevel12

bunsay

Bunsay 12/17 Spotify

Saya jarang sih denger musik. Tapi aplikasi ini bertengger di salah satu aplikasi favorit saya. Saya suka banget lagu jadul, hahahha.. Spotify bahkan menyediakan lagu-lagu lama favorit saya. Hehehehe..

Biar seneng aja kan belajar juga harus happy ya..

#keluargamultimedia #kuliahbunsayiip #gamelevel12 #gamelevel12

bunsay

Bunsay 12/16 Pregnancy App

Ada yg pakai Pregnancy +? Aplikasi ini gratis dan lengkap loh.. ada kick counter juga list keperluan melahirkan untuk kita. Waktu hamil Hanum dulu, saya suka banget aplikasi ini dan sampai sekarangpun saya tetap suka akan kemudahan yg diberikan aplikasi ini buat kami.

Interface bergambar pertumbuhan janin membuat saya sendiri takjub akan kehamilan. Dia pun bisa kita setting jadwal janjian ketemu dokter. Aplikasi ini juga menyediakan layanan telpon cepat untuk nomer rumah sakit yg kita tuju, dokter, serta bidan yang bekerjasama dengan kita. Informasi dan gejala yg dialami secara jelas dan mudah bagi kami, yg menanti kehamilan, baik pertama, maupun kedua, saya yakin sangat bermanfaat deh aplikasi ini..

See you soon Lil Baby..

#Keluargamultimedia #gamelevel12 #tantangan10hari #kuliahbunsayiip